Warisan Doctrine

Saya tidak pernah memaksakan Nazira harus menjadi penulis seperti saya. Apalagi menulis novel yang butuh effort besar. Jadi. Saya biarkan dia menulis bebas, sekehendaknya, semaknanya ia menafsirkan kata dan meramunya jadi barisan cerita.

Satu hari ia bercerita tentang tugas sekolahnya, temanya Cerita Inspiratif, awalnya ia ingin menulis tentang Greta Thunberg. Namun urung, ia malah menuliskan tentang wanita yang ia panggil Bunda, yes.. ini tentang saya.

Hampir tiap hari saya mendengar ceritanya, jika saya boleh pede, hampir 100 persen semua hal tentang Nazira saya tahu. Bener.. Tidak ada dusta antara saya dan Nazira. Seperti liriknya Bertaut, Mitokondria saya ada padanya.

Doctrine saya ternyata mengakar dalam di bawah sadarnya, bahkan menciptakan karakter baru tentang ia. Tidak, saya bukan sedang mengkloning diri saya pada Nazira. Tapi ia tentu versi yang level up melebihi dari semua ekspektasi saya. 

Saya tak punya warisan apapun. Jika anak adalah warisan dari pola pikir dan asuh saya, ialah Nazira.

Comments

Popular Posts