You are Not The Rain


Setelah pandemi covid 19, ternyata dunia juga sedang mengalami pandemi babak baru, apa itu? Pandemi Kesehatan Mental. Bahkan menurut WHO jumlahnya semakin meningkat, data terbaru WHO sekitar 260 Juta orang di seluruh dunia hidup dalam kecemasan dan mengalami permasalahan kesehatan mental. Sebagian besar generasi muda, jika dulu generasi tua yang rentan depresi, namun era kini, generasi muda lebih rentan mengalami kesehatan mental, meskipun yang tua juga banyak ya.

Indonesia sendiri bagaimana after banyak sekali pemberitaan ini itu? Menurut Indonesia National Adolesent Mental Health, jumlahnya juga semakin meningkat, 35% dari total penduduk Indonesia yakni sekitar 15.5 Juta masyarakat Indonesia mengalami kecemasan dan kesehatan mental, penyebabnya macam-macam, karena luka keluarga, divorce, game online, pinjaman online, media sosial  butuh pengakuan, dsb.

Sayangnya, era kini senang sekali melakukan self diagnose, karena kemudahan mencari informasi via google, lalu diagnosa sendiri, cari obat sendiri dan akhirnya semakin ketergantungan dan mengalami mental yang tidak sehat. 

Akhirnya banyak jenis terapi yang dilakukan, bahkan ajaran stoic yang sudah berkembang dari jaman baheula kembali laku dan diminati di era ini, karena ternyata kesehatan mental manusia era sekarang memang sudah berada pada tahap mengkhawatirkan. 

Kesalahan dalam self diagnose ini cukup membuat “lucu”, karena ada perbedaan antara having depression and feel depression, apalagi jika tidak melakukan pengecekan langsung pada ahlinya. Akhirnya salah diagnosa deh.

“Mental Health problem don’t define who you are. They are something you experience. You walk in the rain and you feel the rain. But importantly, YOU ARE NOT THE RAIN”

Well, kita memang tidak bisa selalu dalam kondisi sehat, terkadang kita juga sesekali turun ke bawah, namun seseorang dengan mental yang sehat, cenderung melakukan kontribusi sosial, confidence dengan sekitar dan sesama, mampu membuat goal dan merencanakan steps dengan lebih baik, tidak berbuat ricuh dengan lain, dan memiliki komunal yang memberikan banyak manfaat. 

Jadi boleh enggak sih mengalami feel depressing? Ya boleh, kita enggak selalu harus positif  kok, wajar banget sedih, marah, kecewa, frustasi, takut dan cemas. Semua perasaan tadi itu enggak serta merta melabeli diri kita negatif kok, tapi menyadarkan kita bahwa kita ini manusia. Karena manusia bisa sedih, tapi juga bisa bangkit lagi.

Comments

Popular Posts