PANAS PANAS PANAS



Selama Ramadan ini, panasnya ampun-ampunan ya. Saya lebih milih ngadem di rumah daripada bertarung dengan sinar UV. Kalau dulu kita lihat Arnold berakting di science movies hanya sekedar fiksi, sekarang ini semua bukan fiksi, climate change bukan fiksi, kenaikan 1.1 C suhu bumi bukan fiksi. Ini nyata, saat sungai-sungai di Tiongkok kering, saat Venice kering kerontang, saat terumbu karang kita sudah rusak 40% itu semua bukan fiksi, tapi climated change NYATA.

Pantes loh Greta Thunberg , Rhidima Pandey (15th), gencar bicara tentang iklim dan perang pada eksploitasi alam berlebihan. Jika era skrg saja sudah segini panasnya, apa kabar di era mereka dewasa nanti?

Emang apa hubungannya climated change naik 1.1 C dg kehidupan kita? Buanyak. Bayangin aja saat suhu tubuh kita meningkat maka kehidupan terganggu, ekosistem ga seimbang, masa panen menjadi berkurang dan rusak, akhirnya harga pangan meningkat, kelaparan semakin banyak. 

Jadi gimana dong?
Saya ingat banget tahun 2015 lalu berkunjung ke suku Baduy Dalam, bagaimana suku itu memosisikan dirinya sebagai penjaga bumi. Terbukti mereka ga nyampah kimia sebagai bentuk climate action. Kebayang ga sih setiap kita menghasilkan 184kg sampah per tahun *gawat. Pengurangan sampah ini salah satu climated action termasuk sampah makanan dan garmen (baiklah beli baju setahun sekali, atau sewa aja)

Selain kurangi sampah, kayaknya kita udah harus mulai nanam pohon besar di rumah, bukan pohon kecil yang di pot2 aja ya, belajar mulai memilah sampah ( kayaknya bagian ini, saya juga masihhh aduh dah..) setidaknya membuat tradisi baru memilah sampah patut dicoba di rumah masing-masing.

Terakhir. Kita perlu narasi peduli alam dan pelestarian lingkungan, kampanye massive harusnya membawa banyak pemahaman baru minimal di inner circle kita sendiri. 

Saya jadi ingat puisi Hujan di Bulan Juni Eyang Sapardi. Saya enggak tahu, apa hujan masih turun di bulan Juni. Saya juga rindu hawa dingin saat mendaki gunung-gunung apakah sekarang berubah menjadi extrim?


When the last tree ia cut, the last fish is caught and the last river is polluted. When to breathe the air is sickening. You will realize that's too late, that wealth is not something in bank account and that u can't eat money (Alanis O)

Inframe.
Pendakian Gunung Prau-Wonosobo.



Comments

Popular Posts