Cantik



Saat memilih-milih beberapa barang belanjaan di alfa midi dekat rumah saya, saya bertemu dengan seorang wanita muda yang menggunakan kaos hitam dengan tulisan yang sangat menarik perhatian saya.
sumpah,… dulu gua pernah kurus”
Yah, demikian kalimat yang tertera di bagian depan kaos wanita tersebut. Sambil berjalan ke kasir saya senyum-senyum sendiri, menyadari kalimat itu sangat mengena di diri saya, saat berat badan saya tak kunjung kembali normal pasca melahirkan *:D ketahuan deh kelebihan lemak,…
Ada yang berpendapat bahwa wanita cantik itu ya brains, beauty, behavior  seperti penilaian untuk kontes ratu sejagad. Ada juga yang berpendapat bahwa wanita cantik itu ya yang memiliki inner beauty. Tapi kita juga menemukan persepsi yang sudah terbentuk bagaimana fisiknya seorang wanita cantik. Saya juga yakin seluruh dunia hampir memiliki kesepakatan yang sama akan hal ini.
“Wanita cantik itu yang berkulit putih bersih, pinggangnya kecil  bak biola spanyol (katanya J)berhidung mancung, bibir kecil nan penuh, kaki yang panjang dan betis yang membujur, rambut panjang nan lebat dan mata yang bersinar”
Jika demikian definisi cantik, maka saya sebagai wanita Indonesia yang berkulit sawo matang, hidung yang tidak mancung dan tinggi hanya di bawah rata-rata bisa digolongkan bukan wanita cantik. *aduh menyedihkan sekali saya ini :D.
Curi-curi dengar obrolan di komunitas big is beautifull  
Bahwa ukuran badan yang besar bukan masalah, asalkan memiliki tubuh yang sehat dan pikiran yang sehat, kalaupun berat badan kemudian turun, itu merupakan sebuah bonus. Mau sebesar apa badan  seorang perempuan, tapi tetap saja Tuhan telah menciptakan adam pada tiap masing-masingnya. Kecuali manusia itu memilih hidup sendiri di dunia ini.  *saya suka kalimat bijak seperti ini J
Saya pikir itu hal yang sangat wajar ketika seorang wanita termasuk saya tentunya ingin terlihat cantik, bersih dan wangi. Kemudian menghabiskan waktu ke salon, membeli product kecantikan untuk membuat kulit kinclong. Itu semua sangat wajar menurut saya, tapi menjadi kurang wajar jika tidak seimbang untuk memperbaiki kecantikan yang sesungguhnya.
Seorang guru saya memberi pernyataan tentang cantik agar saya lebih bisa memaknai kata cantik. Ada makna tersirat yang disampaikan oleh guru saya.
Tidak ada larangan bagi seorang wanita untuk berhias agar terlihat cantik dan indah. Silahkan saja memberi asupan gizi sebanyak mungkin untuk tubuhmu agar terlihat indah dan sehat, silahkan saja membeli semua product kecantikan untuk membuat wajahmu bersih dan cantik. Namun seimbangkanlah untuk memberi asupan gizi pada kecantikan hatimu.karena kecantikan hati jauh lebih berarti.
Dengan kata lain, kecantikan fisik itu akan kehilangan kejayaannya seiring bertambahnya usia, namun kecantikan hati atau inner beauty akan abadi bahkan akan meninggalkan jejak kebaikannnya  ketika fisik telah tiada. *terimakasih guruku.




 

Comments

Popular Posts